ASLI dan Kemenpar Fokus Garap Senior Tourism

Ki-ka: Pendiri Rukun Senior Living Herman Kwik; Ketua Umum ASLI Marlin Marpaung; Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman; Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun; Ketua Panitia ASLI Expo Bali dr. I Gede Patria; Pendiri ASLI Pieters Simanjuntak.

DENPASAR, senior.id – Senior Tourism, masih menjadi ladang bisnis yang belum banyak dilirik oleh para pelaku usaha di tanah air. Pertumbuhan usia senior (lansia), sepertinya belum menjadi informasi menggoda untuk para pelaku usaha tourism khususnya travel, untuk secara khusus mengakomodir kebutuhan senior akan fasilitas tourism.

Namun, saat Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) di gelar beberapa waktu lalu di Bali, peluang akan bisnis senior tourism menjadi salah satu tema pembahasan, bagaimana bisnis ini berpeluang besar dalam dunia pariwisata di tanah air. ASLI Expo dan Senior Festival 2018 (AESF 2018), Bali merupakan yang kedua kalinya diadakan dari rangkaian event ASLI Expo dan Senior Living di tahun 2018, yang diselenggarakan di Inna Heritage Hotel Denpasar, Bali.

AESF 2018 yang turut dihadiri oleh Deputi Kemenpar RI Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Ketua Umum ASLI Marlin Marpaung, Ketua Panitia ASLI Expo Bali dr. I Gede Patra, Co-Founder ASLI Pieters Simanjuntak, Pendiri Rukun Senior Living Herman Kwik, menjadi wadah bagi para senior untuk terus berkarya di usia senjanya.

Ditemui usai acara, Dadang mengungkapkan, “Kita memberikan satu pemahaman dan informasi, kepada pelaku usaha pariwisata, menjadi salah satu segmen pangsa pasarnya adalah usia lanjut yang tiap tahun kita mengetahui, usia lanjut di Indonesia dan dunia itu semakin bertambah.”

“Mulai sekarang harapan kami, anggota ASLI memberikan dorongan kepada seluruh para pelaku usaha pariwisata di Indonesia, kita garap bersama-sama untuk segmen pasar usia lanjut,” lanjutnya.

Dadang juga menambahkan, “Data membuktikan ada kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Selanjutnya, dengan adanya seminar ini mari kita bersinergi mulai kesehatannya, infrastruktur, pihak keamanan dan sosial.”

Sedangkan di tempat yang sama, Marlin mengungkapkan, “Kami berterima kasih atas inisiatif dari Kemenpar karena kita juga ingin berkontribusi di senior tourism, yang diharapkan akan dapat melebihi Thailand yang turis lansianya mencapai 20 persen.”

“Kita belum bisa mendeklarasikan berapa, tetapi kami sedang mempersiapkan sinergi dengan pelaku usaha dan pemerintah,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here